Jumat, 16 Juni 2017

Surat untuk Masa Depan

From : Eva Riani 2017
To : Eva Riani 2020

Aku ingin bilang selamat siang,tapi tidak yakin kau membacanya saat siang. Ingin bilang selamat pagi,tapi tahu kau tidak biasa main gadget di pagi hari. Jadi,selamat 2020.

Aku tahu ini sedikit menyeramkan, menulis surat untuk diri sendiri. Mungkin mereka kira aku gila,tapi aku harus menulisnya. Aku harus menulisnya karena aku mengkhawatirkanmu. Ya,gadis kecil ini begitu mengkhawatirkan masa depan. Aku begitu takut kau tidak bahagia. Aku takut dimasa depan aku tidak bahagia karena keputusan yang aku ambil sekarang. Jadi aku menulis ini, jadi saat kau membacanya ingatlah untuk bahagia. Jangan salahkan aku. Jangan salahkan masa lalu. Karena aku hanya seorang anak kecil yang tahu begitu sedikit tentang dunia.

Jadi, apa kabar mu ? Apa kau berhasil menjadi sarjana seperti yang semua orang mau? Atau menjadi buruh pabrik seperti keinginan orang tua? Atau menikah seperti apa yang selalu terlintas di otakmu sebagai jalan pintas? Atau menjadi pengangguran seperti yang kau rencanakan? Terserah, pesan ku hanya satu. Jangan lupa bahagia.

Tapi jika kau berhasil menjadi sarjana,tolong lakukan pekerjaan mu sebaik-baiknya. Jangan mengeluh. Karena dulu kau begitu menginginkannya.

Jika kau menjadi buruh pabrik,tolong jangan berkecil hati. Karena,seperti yang mereka katakan,tidak harus sarjana untuk menjadi pintar. Karena ilmu bisa datang dari mana saja,bukan hanya dari bangku universitas. Ilmu bisa datang dari menonton laptop si unyil setiap hari,atau kalau tidak bisa setiap hari,seminggu sekali juga tidak masalah.

Jika kau menikah,tolong jangan lupakan sehun. Karena kurasa aku sedikit menyayanginya,kurasa sekitar 15%. Itu banyak atau sedikit??

Kurasa cukup sampai disini suratnya. Aku sudah mengantuk. Ya,aku menulis surat ini saat malam hari sambil mendengarkan TT dari twice (semoga kau masih ingat twice)

Yours,eva

Minggu, 14 Mei 2017

Terlewat

"Dan tak mungkin ku melewatkan mu hanya karena,diriku tak sanggup untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada dihidupku"

itulah sedikit lirik dari lagu yang kudengar saat perjalanan pulang hari ini. Tadinya itu masuk jajaran lagu favoritku,tapi beberapa hari belakangan aku sadar. Lagu itu bohong. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Buktinya,aku melewatkan mu.

Tadi nya aku percaya, kita pasti akan bersama tanpa ada yang perlu repot-repot berusaha. Naif memang,tapi kukira apa yang disampaikan dari hari pasti diterima oleh hati.

Tadinya ku pikir, waktu akan mempersatukan kita. Tapi lalu aku sadar, mungkin setelah ini kita tak akan bertemu lagi. Mungkin setelah ini,takdir kita tak akan bersinggungan lagi. Jadi,mana waktu yang akan mempersatukan kita?

Harusnya waktu itu aku sedikit berusaha. Harusnya setiap kali kita berpapasan,aku melempar senyum duluan,siapa tahu kau membalas. Harusnya saat kita tak sengaja duduk bersebelahan di kantin sekolah,aku basa basi bertanya tentang rencana hidup mu kedepannya, siapa tahu ada aku didalamnya.

Harusnya aku tidak perlu repot-repot menulis penyesalanku disini,karena nyatanya.....waktu tak dapat diputar ulang.

Senin, 28 November 2016

Mungkin

Aku pernah jatuh cinta ,Tapi tidak sesantai ini
Aku pernah patah hati ,Tapi tidak seringan ini
Aku pernah kehilangan,Tapi tidak seikhlas ini

Mungkin karena kamu tidak pernah memberi harapan
Mungkin karena sedari awal aku sadar tak ada yang perlu diharapkan

Selasa, 23 Februari 2016

Paralel

Aku tidak berharap lagi
Sekarang aku tau
Kita diciptakan secara paralel
Selalu dalam jarak yang sama
Tidak jadi lebih dekat atau lebih jauh

Aku tidak berharap lagi
Sekarang aku mengerti
Kita diciptakan secara paralel
Sebagai dua garis lurus yang tidak akan bersinggungan

Sabtu, 31 Januari 2015

Tentang Aku

Bukan,ini bukan tentang kamu. Bukan juga tentang kita. Karna memang belum,dan mungkin tidak akan ada kita

Ini tentang ku

Tentang ku yang hanya bisa melihatmu dari jauh. Lalu membuang pandang supaya kau tak tau. Tentang ku yang beberapa kali,tak sengaja bertukar tatap denganmu,entah benar atau hanya perasaanku.

Aku memang tak  begitu mengenalmu,meski sebenarnya aku sangat ingin. Tapi sejauh yang aku tau,kamu begitu rumit. Dan entah kenapa aku jatuh cinta pada yang rumit.

Sayang...cobalah menjadi lebih sederhana. Agar lebih mudah untuk dipahami. Agar lebih mudah untuk dicintai. Agar aku tak perlu berusaha sangat keras untuk mamahami

Jumat, 16 Januari 2015

Yang Biasa Anak SMA Lakukan Ketika Gurunya HOAM

Jadi ceritanya akhir akhir ini gue sama amel lagi nyoba pekerjaan lain selain pelajar yaitu Pengamat Anak SMA. Dan berdasarkan hasil riset kita beberapa waktu lalu,tentang "Apa Yang Biasa Dilakukan Anak SMA Ketika Gurunya Hoam?"... Lahirlah artikel tidak berguna ini. Oke kita langsung aja ke point pertama.

1. Tidur
Di penghujung hari yang lelah,dengan cuaca yang seolah-olah mengijinkan kita untuk melepas lelah,ditambah tempat duduk yang strategis (dibelakang). Suara guru terdengar keeciiill kaya lagi ngedongeng suasana yang bener bener mendukung untuk mimpi indah.

2. Ngobrol
Dari pada ngantuk dengerin gurunya ngomong sendirian,mendingan ngobrol sama temen temen. Yang lagi kasmaran ngomongin cowonya,yang pinter ngomongin PR,yang sok pinter ngomongin AirAsia -_-

3.Pura - Pura ke Toilet
Pura pura ke toilet,pertama dua orang lalu disusul dua orang lagi lalu disusul dua orang lagi begitu terus sampe tinggal 4 orang (ranking 1,2,3 dan guru) dikelas. Lalu ketika balik ke kelas perut udah kenyang dan beberapa menit kemudian bel berbunyi lalu pulang -_-

4. Menggambar
Anak SMA mahh kreatif,nggak ada pelajaran seni teteup aja bawa buku gambar,lengkap dengan pencil warnanya lagi. Dan ketika gurunya begitu hoam,munculah ide ide kreatif untuk menggambar di belakang buku catatan (kadang kadang di kuku) biar terlihat seolah olah mencatat. Udah kreatif,rajin lagi nyatet terus...meskipun hanya pura pura

5. Ngelamun
Entah apa yang dipikirin adaa aja anak SMA yang suka ngelamun kalau gurunya hoam. Mungkin ini pencitraan biar dikira nyimak pelajaran kali ya,atau emang lagi mikirin seseorang.... entahlah

6. Bertanya
Bukan..bukan bertanya soal materi pelajaran tapi nanya "ini pulangnya kapan sih?" atau "guru hoaam ini sampe jam berapa sih?" atau "harga cireng dikantin udah naik belum?" #laah

Riset by : Eva Riani & Amelia Wijayanti

Sabtu, 27 Desember 2014

Untuk kamu

Untuk kamu yang tidak pernah tahu
Tidak pernah tahu...
Jika diam diam kamu dirindukan
Bahwa diam diam ada yang selalu menyebut namamu dalam doanya

Aku hanya ingin memberi tahu
Kalau aku baru saja berhasil melewati salah satu hari terberat dalam hidupku
Hariku yang tanpa kamu
Tanpa memandang mu dalam diam
Tanpa mengikuti kemana kakimu melangkah

Rasanya begitu berat
Tapi aku...
Aku baru saja berhasil melewatinya
Meski nyaris tewas terjerat rindu